Arti Pengampunan Dosa


Deo Ginting

Arti Pengampunan Dosa
(Efesus 1: 7 )

Intero
Dalam kehidupan sehari tidak lepas dari apa yang namanya dosa ,sering kali kita melakukan dosa baik secara sengaja mau pun tidak sengaja misalkan dalam bentuk kata-kata , fikiran bahkan perbuatan yang kurang berkenan. Kita harus mengerti dan paham apa itu dosa dosa adalah tindakan pelanggaran terhadap hukum-hukum Allah. Dan dosa mendatangkan maut yang artinya adalah kematian kekal bagi hidup kita , oleh sebab itu kita membutuhkan pengampunan dari semua dosa-dosa kita .

Isi
1.      Apakah arti Pengampunan ?
Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia “pengampunan” berasal dari kata “ampun” yang artinya “pembebasan dari tuntutan karena melakukan kesalahan atau kekeliruan” sedangka pengampunan adalah pembebasan dari hukuman atau tuntutan.
2.      Bagaimana cara mendapatkan Pengampunan?
Dalam Efesus1:7 menyatakan bahwa didalam Yesus ada pengampunan dosa mengapa karena melalu darah-Nya yang tertumpah dikayu salib menjadikan perjanjian  untuk menghapus semua dosa manusia(26:28), jadi cara kita untuk memperoleh pengampunan dosa kita harus percaya sepenuh hati kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita. “Alkitab menyatakan bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah Anak Allah yang kekal , yang selalu ada bersama Bapa dan Roh Kudu, dan oleh Inkarnasi-Nya mengambil bagi diri-Nya sendiri wujud manusia dan menjadi Allah-Manusia.dalam satu pribadi Kristus, ada dua hakikat, manusia dan Ilahi yang masing-masing ada dalam kepenuhan dan integeritas. Kedua hakikat itu bias dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan, sehingga Dia merupakan sepenuhnya manusia dan sepenuhnya Allah.kesatuan hakikat ilahi dan manusia yang tanpa dosa ini yang mejadikan-Nya satu-satunya perantara kurbanantara Allah dan manusia. 
3.      Mengapa kita butuh pengampunan?
Manusia membutuhkan pengampunan karena ia berdosa , kita harus mengerti apa itu yang namanya dosa agar kita dapat dapat memaknai dengan benar apa itu pengampunan.
·         Definisi Alkitab mengenai dosa
Ada enam ayat utama yang mendefinisikan dosa dan semuanya terlihat didalam bentuk yang berkembang dalam dosa asal Iblis dan Adam.
1.      Pikiran kebodohan ( Amsal 24 :9) “memikirkan kebodohan adalah Dosa”. Ketika iblis dan adam memiliki pikiran untuk menjadi seperti Allah., hal ini tentu merupakan kebodohan, dan pikiran yang serakah ini sendiri adalah dosa.
2.      Pelanggaran Hukum Allah ( 1 Yohanes 3:4) “dosa adalah pelanggaran Hukum Allah”. Melanggar berarti menyebrangi, melewati suatu garis pembatas yang dilarang
3.      Kejahatan Adalah dosa  ( 1 Yohanes 5 :17)
4.      Tidak melakukan kebaikan adalah dosa ( Yakobus 4:17)
5.      Melakukan kebaikan bias jadi adalah dosa ( Amsal 21:4)
6.      Ketidak percayaan adalah Dosa (Roma 14 :13)
·         Akibat dari dosa
1.      Kehilangan kesucian ( Kej. 3:7; 2:25)
2.      Pengetahuan yang baik dan yang jahat ( Rm. 7: 18-24)
3.      Hukum hati nurani berkerja ( Rm. 2:14-15)
4.      Takut akan Alalh ( Kej. 3:8)
5.      Menyalahkan orang lain ( Kej. 3:9-13)
6.      Hukum perbuatan (Kej. 3:7)
7.      Hakikat manusia rusak.
4.      Tujuan dari pengampunan
Tuhan memberikan pengampunan kepada manusia untuk memulihkan citera diri dari manusia tersebut menjadi manusia baru (Kol 3: 5 -17) . Yang dikehendaki Tuhan adalah orang Kristen yang telah meninggalkan kehidupan lamanya dan menjadi manusia baru.  Yang dimaksud adalah manusia yang telah mengalami pembaharuan dalam hidupnya melalui proses pertobatan, yaitu percaya kepada Tuhan Yesus Kristus:  "...siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru:  yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang."  (2 Korintus 5:17).  Sebagai manusia baru sudah seharusnya kita tidak lagi mengenakan tabiat manusia lama kita, tetapi mengenakan tabiat Kristus dan hidup menurut pimpinan Roh Kudus.  Namun banyak orang Kristen masih bertabiat manusia lama.  Buktinya adalah seperti gambaran Alkitab:  ada percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya (baca Galatia 5:19-21).

     Untuk bertumbuh menjadi manusia baru, langkah yang harus kita lakukan adalah membuang cara hidup manusia lama itu menjadi serupa dengan Kristus dan hidup dipimpin oleh Roh Kudus.  Jelas bahwa dosa adalah faktor penghalang utama persekutuan kita dengan Tuhan.  Maka dari itu jangan pernah menyimpan dosa-dosa masa lalu yang terus menghantui dan menghambat pertumbuhan rohani; akuilah supaya darah Kristus bekerja menyucikan dosa-dosa kita, sebab "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan."  (1 Yohanes 1:9).  Sediakan banyak waktu untuk belajar firman dan bersekutu dengan Tuhan sehingga kita semakin mengenal pribadiNya lebih mendalam dan bisa meneladani hidupnya; ini juga berarti kita mau dipimpin oleh Roh Kudus dan tidak lagi menuruti keinginan sendiri.
5.      Janji apakah yang dibuat kepada orang-orang yang mengaku dosa-dosa mereka? Ada dalam Alkitab,” Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1 Yohanes 1:9). Dapatkah saya diampuni sementara saya menahan kejengkelan atau kemarahan terhadap seseorang yang lain. Ada dalam Alkitab,”Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu” (Matius 6:14-15).  Orang yang diampuni akan mengampuni. Ada dalam Alkitab,”Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu” (Efesus 4:32).  Pengampunan yang sejati tidak menyimpan kesalahan. Ada dalam Alkitab,”Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali (Matius 18:21-22) Bila kita diampuni kita tidak boleh terus merasa bersalah. Ada dalam Alkitab,”Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku” (Mazmur 32:5). Melalui pengampunan, Kristus memberikan kelepasan penuh dari hukuman dosa. Ada dalam Alkitab,”Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib” (Kolose 2:13-14).
6.      Jika anda membutuhkan pengampunan, apakah yang seharusnya anda perbuat?
a.       Pertama, akui dosamu. Ada dalam Alkitab,”Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar! Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku! Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku, aku senantiasa bergumul dengan dosaku” (Mazmur 51:2-4).
b.      Kedua, minta pengampunan dosa-dosamu. Ada dalam Alkitab,” Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju! Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali!” Bersihkanlah aku dari pada dosaku dengan hisop, maka aku menjadi tahir, basuhlah aku, maka aku menjadi lebih putih dari salju! Biarlah aku mendengar kegirangan dan sukacita, biarlah tulang yang Kauremukkan bersorak-sorak kembali! Sembunyikanlah wajah-Mu terhadap dosaku, hapuskanlah segala kesalahanku! Jadikanlah hatiku tahir, ya Allah, dan perbaharuilah batinku dengan roh yang teguh! Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku. Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela” (Mazmur 51:7-12).
c.       Ketiga, percaya bahwa Allah sesungguhnya telah mengampuni dan berhenti merasa bersalah. Ada dalam Alkitab,”Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN, dan yang tidak berjiwa penipu! Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari; sebab siang malam tangan-Mu menekan aku dengan berat, sumsumku menjadi kering, seperti oleh teriknya musim panas. Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: "Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku," dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku. Sebab itu hendaklah setiap orang saleh berdoa kepada-Mu, selagi Engkau dapat ditemui; sesungguhnya pada waktu banjir besar terjadi, itu tidak melandanya. Engkaulah persembunyian bagiku, terhadap kesesakan Engkau menjaga aku, Engkau mengelilingi aku, sehingga aku luput dan bersorak” (Mazmur 32:1-6).
Kesimpulan :
Allah siap dan menunggu untuk mengampuni siapa saja yang meminta. Ada dalam Alkitab, Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Mu (Mazmur 86:5). Dan pengampunan atas semua dosa-dosa kita hanya ada pada Yesus Kristus sebab didalam dia ada pengampunan dosa dan Ia adalah jalan kebenaran dan hidup. Tujuan dari Pengampunan dosa itu adalah memulihkan citera manusia yang ada  pada dirikita yang sudah rusak karena dosa sejak manusia pertama kali diciptakan dan Allah menghendaki melalui pengampunan dosa ini kita menjadi manusia baru yang yang mencerminkan karakter Allah.

Komentar